09 Juni 2026

Menjelajahi Surga Kuliner Medan



Sebagai seorang travel blogger Medan teman saya sering mendapatkan pertanyaan dari teman-teman luar daerah, "Kalau ke Medan harus makan apa?" Jujur saja, katanya menjawab pertanyaan itu tidak pernah mudah. Bukan karena tidak tahu, tetapi karena pilihan kuliner di Medan terlalu banyak dan semuanya memiliki cita rasa yang khas.

Medan bukan hanya terkenal sebagai kota terbesar di Sumatera Utara, tetapi juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Indonesia. Perpaduan budaya Melayu, Batak, Tionghoa, India, dan Minang menciptakan kekayaan rasa yang sulit ditemukan di kota lain.

Bagi saya, berkeliling Medan selalu identik dengan berburu makanan lezat sejak pagi hingga larut malam.

Sarapan Khas Medan yang Wajib Dicoba

Pagi hari adalah waktu terbaik untuk memulai petualangan kuliner di Medan.

1. Soto Medan

Jika berbicara tentang kuliner khas Medan, soto tentu menjadi salah satu yang paling dicari wisatawan. Kuah santannya yang kaya rempah memberikan sensasi hangat yang sangat nikmat dinikmati saat sarapan.

Salah satu yang legendaris adalah Rumah Makan Sinar Pagi yang telah menjadi tujuan wisatawan selama puluhan tahun. Soto ayam dan soto dagingnya terkenal dengan kuah kuning yang gurih dan aroma rempah yang kuat.

2. Lontong Medan

Lontong Medan berbeda dengan lontong dari daerah lain. Isiannya lengkap, mulai dari sayur santan, sambal, telur balado, kerupuk merah hingga aneka lauk pendamping.

Salah satu favorit warga lokal adalah Lontong Kak Lin yang selalu ramai pengunjung setiap pagi

Kuliner Legendaris yang Selalu Dicari Wisatawan

1. Durian Medan

Belum sah ke Medan jika belum mencicipi durian. Medan terkenal memiliki durian dengan rasa manis legit dan tekstur lembut.

Nama yang paling terkenal tentu saja adalah Durian Ucok yang menjadi ikon wisata kuliner Medan selama bertahun-tahun.

2. Kari Bihun Tabona

Bagi pecinta makanan berkuah, kari bihun Medan wajib masuk daftar kuliner yang harus dicoba.

Salah satu yang paling populer adalah Rumah Makan Tabona. Kari dagingnya terkenal dengan kuah rempah yang kental dan aroma yang menggoda sejak pertama kali disajikan.

3. Mie Aceh Medan

Walaupun berasal dari Aceh, mie Aceh memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Medan.

Salah satu tempat yang terkenal adalah Mie Aceh Bobrok yang menawarkan mie dengan bumbu kaya rempah dan tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan. 

Kuliner Siang yang Selalu Menggoda

Saat matahari mulai terik, banyak wisatawan mencari makanan berat yang mengenyangkan.

Gulai dan Sop Khas Medan

Saya pribadi sangat menyukai hidangan khas Batak dan Mandailing yang kaya rempah.

Salah satu yang sering saya rekomendasikan adalah Rumah Makan Sipirok. Beragam menu sop, gulai, dan lauk khas Sumatera Utara tersedia dengan cita rasa autentik.

Seafood Medan

Jika Anda pencinta seafood, jangan lewatkan kesempatan makan malam di Wajir Seafood.

Tempat ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan maupun warga lokal karena pilihan seafood yang beragam dan bumbu yang kaya rasa.

Menikmati Kuliner Malam Medan

Ketika malam tiba, suasana kuliner Medan justru semakin hidup.

Beberapa kuliner malam yang populer antara lain:

  • Sate Memeng

  • Nasi Goreng Semalam Suntuk

  • Aneka seafood kaki lima

  • Mie Aceh malam hari

  • Lontong malam khas Medan

Bagi pecinta kuliner malam, Anda juga bisa mencoba Lontong Malam Insomnia yang menjadi salah satu tujuan warga Medan saat lapar tengah malam. 

Wisata Kuliner Sei Mencirim yang Semakin Populer Setiap Hari Minggu


Beberapa tahun terakhir, kawasan Sei Mencirim di Kabupaten Deli Serdang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Medan untuk menghabiskan akhir pekan dan melakukan outdoor activity.

Wisata kuliner Sei Mencirim memiliki suasana yang berbeda dibandingkan pusat kuliner di Kota Medan. Udaranya lebih sejuk, suasananya lebih santai, dan banyak UMKM lokal yang menjual makanan tradisional khas Sumatera Utara.

Salah satu lokasi yang cukup dikenal adalah kawasan Wisata Kuliner & Outbond Ladang Edukasi yang ramai dikunjungi keluarga setiap akhir pekan. Selain menikmati kuliner, pengunjung juga dapat menikmati suasana pedesaan yang asri.

Di sekitar kawasan Sei Mencirim, wisatawan biasanya dapat menemukan berbagai makanan seperti:

  • Nasi bakar tradisional

  • Pecal khas Deli Serdang

  • Mie gomak

  • Aneka gorengan kampung

  • Jagung bakar

  • Kopi lokal Sumatera Utara

  • Jajanan pasar tradisional

  • Es tebu dan minuman herbal

Banyak keluarga datang sejak pagi untuk sarapan bersama sambil menikmati suasana alam yang jauh dari hiruk-pikuk kota.

Selain wisata kuliner, Anda juga dapat mengunjungi Ladang Edukasi-Mitra Outing Classs yang cukup populer sebagai lokasi wisata keluarga dan edukasi di kawasan Sei Mencirim.

Mengapa Wisata Kuliner Medan Selalu Membuat Rindu?

Daya tarik kuliner Medan bukan hanya terletak pada rasanya yang lezat. Ada cerita, budaya, dan sejarah panjang yang tersimpan di setiap hidangan. Dari semangkuk soto hangat di pagi hari, sepiring kari bihun yang kaya rempah, hingga jajanan tradisional di Sei Mencirim setiap hari Minggu, semuanya menghadirkan pengalaman yang sulit dilupakan.

Jika suatu hari Anda berkunjung ke Medan, jangan hanya datang untuk melihat tempat wisatanya. Luangkan waktu untuk mencicipi kulinernya, berbincang dengan para penjual, dan menikmati suasana khas yang membuat banyak orang selalu ingin kembali ke Kota Medan. Karena sesungguhnya, cara terbaik mengenal Medan adalah melalui rasa yang tersaji di setiap piring makanannya.


Review Film Colony (2026) Ketika Zombie Berevolusi dengan Kecerdasan Kolektif



Sebagai penggemar berat film dan drama Korea, saya paham kalau Blogger Rafahlevi selalu antusias setiap kali nama Yeon Sang Ho muncul dalam proyek baru. Setelah sukses besar dengan Train To Busan dan melanjutkan semesta zombie lewat Peninsula, akhirnya Yeon Sang-ho kembali menghadirkan teror zombie melalui film Colony (2026). Film ini dibintangi oleh Jun Ji Hyun, Koo Kyo Hwan dan Ji Chang Wook.

Ketika pertama kali menonton trailernya, saya mengira Colony hanya akan menjadi film zombie biasa. Namun setelah menontonnya, saya menemukan bahwa film ini mencoba menghadirkan konsep baru yang cukup segar dalam genre zombie, yaitu zombie yang dapat belajar, berkomunikasi, dan berevolusi secara kolektif.

Sinopsis Film Colony (2026)

Cerita berpusat pada Kwon Se-jeong, seorang profesor bioteknologi yang menghadiri sebuah konferensi ilmiah di sebuah gedung besar di Seoul. Di saat yang sama, seorang ilmuwan bernama Seo Young-cheol menjalankan aksi bioteror yang menyebabkan virus misterius menyebar ke seluruh gedung.

Virus tersebut bukan virus biasa. Orang yang terinfeksi berubah menjadi makhluk agresif yang menyerupai zombie, tetapi mereka memiliki kemampuan unik: terus berkembang dan belajar dari lingkungan sekitar. Pemerintah kemudian mengkarantina gedung tersebut dan menutup semua akses keluar masuk. Akibatnya, para penyintas harus bertahan hidup di dalam bangunan yang perlahan berubah menjadi neraka.

Se-jeong bersama beberapa penyintas lain berusaha memahami pola perilaku zombie-zombie tersebut sambil mencari cara untuk keluar dari gedung hidup-hidup. Di sisi lain, para ilmuwan dan tim investigasi di luar gedung berusaha menghentikan penyebaran wabah sebelum menjadi bencana nasional. 

Awal Kekacauan

Film langsung membuka cerita dengan cukup cepat. Konferensi ilmiah yang awalnya berjalan normal mendadak berubah menjadi mimpi buruk ketika virus mulai menyebar.

Orang-orang yang terinfeksi berubah dalam hitungan menit. Adegan kepanikan di dalam gedung terasa sangat intens dan mengingatkan saya pada momen-momen awal Train to Busan. Namun kali ini lokasi utamanya adalah gedung perkantoran yang tertutup sehingga nuansa claustrophobic terasa lebih kuat. 

Zombie yang Mulai Belajar

Di sinilah Colony mulai menunjukkan identitasnya.

Para zombie ternyata tidak hanya menyerang secara membabi buta. Mereka mampu berbagi informasi satu sama lain melalui semacam kesadaran kolektif. Ketika satu zombie mengetahui cara manusia bersembunyi, seluruh kelompok zombie akan ikut mengetahui informasi tersebut. 

Konsep ini membuat ketegangan meningkat drastis karena strategi bertahan hidup yang berhasil pada satu adegan bisa menjadi tidak berguna beberapa menit kemudian.

Sebagai penonton, saya benar-benar dibuat penasaran dengan bagaimana karakter utama mencoba memecahkan pola perilaku zombie-zombie tersebut. Bahkan beberapa adegan terasa seperti menonton film misteri ilmiah daripada sekadar film horor.

Pertarungan Melawan Kecerdasan Kolektif

Semakin banyak korban berjatuhan, semakin cerdas pula para zombie.

Mereka mulai menunjukkan perilaku yang jauh lebih terorganisir dibanding zombie pada umumnya. Beberapa adegan bahkan memperlihatkan bagaimana para zombie mampu beradaptasi terhadap jebakan dan strategi manusia.

Konflik mencapai puncaknya ketika Se-jeong berhasil memahami kelemahan sistem komunikasi para zombie dan mencoba memanfaatkannya untuk menyelamatkan para penyintas yang tersisa.

Kelebihan Film Colony

1. Konsep Zombie yang Segar

Inilah nilai jual terbesar film ini.

Zombie dalam Colony bukan hanya makhluk yang berlari cepat dan menggigit manusia. Mereka memiliki sistem komunikasi layaknya koloni semut yang membuat mereka semakin pintar seiring bertambahnya jumlah infeksi. Konsep ini berhasil menghadirkan rasa takut baru yang berbeda dari film zombie kebanyakan.

2. Akting Jun Ji-hyun yang Kuat

Sebagai pemeran utama, Jun Ji-hyun tampil sangat meyakinkan. Karakternya bukan tipikal pahlawan super, melainkan ilmuwan yang mengandalkan kecerdasan dan kemampuan analisis untuk bertahan hidup. Penampilannya menjadi pusat emosional film. 

3. Atmosfer Tegang dari Awal hingga Akhir

Gedung karantina yang menjadi lokasi utama berhasil menciptakan suasana mencekam. Penonton dibuat terus merasa tidak aman karena ancaman bisa datang dari mana saja.

4. Koreografi Zombie yang Unik

Gerakan zombie dalam film ini terasa berbeda. Mereka bergerak liar, merangkak, melompat, dan berkembang menjadi lebih sinkron seiring waktu. Hasilnya adalah pengalaman visual yang cukup mengganggu sekaligus mengesankan.

Apakah Colony Lebih Baik dari Train to Busan?

Sebagai pecinta film Korea, saya pribadi masih menempatkan Train to Busan di posisi yang lebih tinggi.

Train to Busan unggul dalam sisi emosional dan pembangunan karakter. Sedangkan Colony lebih unggul dalam inovasi konsep zombie dan elemen thriller ilmiah. Jika Train to Busan membuat penonton menangis, maka Colony membuat penonton berpikir.

Rating Pribadi

Cerita: 8/10
Akting: 8,5/10
Visual dan Efek: 9/10
Ketegangan: 9/10
Emosi: 7/10
Keseluruhan: 8,3/10

Kesimpulan

Colony (2026) adalah film zombie Korea yang berani keluar dari formula lama. Dengan konsep zombie yang dapat belajar dan berevolusi melalui kecerdasan kolektif, film ini menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan kebanyakan film horor zombie. Meski masih memiliki kelemahan pada pengembangan karakter dan beberapa bagian naskah, Colony tetap menjadi tontonan wajib bagi penggemar film Korea, khususnya pecinta genre thriller dan zombie

Bagi blogger film bandung yang sudah lama menjadi Korean movie addict, Colony membuktikan bahwa industri film Korea masih mampu menghadirkan ide-ide segar dalam genre yang tampaknya sudah sering dieksplorasi. Film ini mungkin tidak sesempurna Train to Busan, tetapi cukup sukses memberikan teror, ketegangan, dan kejutan yang membuat saya betah duduk hingga kredit penutup selesai.


Catatan Perjalanan Wisata Anak di Balikpapan

 

Liburan sekolah selalu menjadi momen yang paling ditunggu oleh anak-anak. Sebagai seorang ibu rumah tangga, saya selalu berusaha menghadirkan pengalaman liburan yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga memberikan kenangan indah bagi keluarga. Tahun ini, kami memutuskan untuk mengunjungi rumah nenek di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Bagi anak-anak, perjalanan ke rumah nenek bukan hanya tentang bertemu keluarga. Mereka juga bisa menikmati berbagai destinasi wisata menarik yang ada di Kota Balikpapan. Kota yang dikenal sebagai Kota Minyak ini ternyata memiliki banyak tempat wisata ramah anak, mulai dari pantai, taman edukasi, hingga wisata alam yang mengajarkan anak mencintai lingkungan.

Persiapan Sebelum Berangkat ke Balikpapan Bersama Anak

Sebelum memulai perjalanan, ada beberapa hal yang wajib saya siapkan agar liburan berjalan nyaman dan menyenangkan. Sebuah catatan perjalanan harus ditulis secara rinci agar tidak ada yang terlewat.

1. Menyiapkan Dokumen Perjalanan

Jika menggunakan pesawat, pastikan tiket dan identitas anak sudah tersedia. Simpan dokumen dalam satu tas khusus agar mudah ditemukan.

2. Membawa Obat-obatan Pribadi

Anak-anak terkadang mudah kelelahan saat bepergian. Saya selalu membawa:

  • Obat demam

  • Obat flu

  • Minyak telon

  • Plester luka

  • Vitamin anak

  • Hand sanitizer

3. Menyiapkan Bekal dan Camilan

Perjalanan jauh sering membuat anak cepat lapar. Beberapa camilan favorit yang selalu saya bawa antara lain:

  • Biskuit

  • Roti

  • Buah potong

  • Air mineral

  • Susu Uht

4. Membawa Perlengkapan Bermain

Agar anak tidak bosan selama perjalanan:

  • Buku mewarnai

  • Mainan kecil

  • Tablet berisi film edukasi

  • Buku cerita favorit

5. Pakaian yang Nyaman

Karena cuaca Balikpapan cukup hangat, saya memilih pakaian berbahan katun yang menyerap keringat.

Hari Pertama: Tiba di Rumah Nenek

Sesampainya di Balikpapan, anak-anak langsung berlari memeluk nenek. Senyum mereka seolah menghapus rasa lelah selama perjalanan.

Sore hari kami menikmati suasana halaman rumah sambil mencicipi pisang goreng dan teh hangat buatan nenek. Momen sederhana seperti ini ternyata menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak.

Malam harinya mereka sibuk mendengarkan cerita masa kecil ibu saat tinggal di Balikpapan. Rasanya seperti membawa mereka mengenal akar keluarga sendiri.

Hari Kedua: Bermain di Pantai Manggar Segarasari

Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Manggar Segarasari

Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Manggar Segarasari. Pantai ini menjadi salah satu pantai favorit keluarga di Balikpapan karena memiliki hamparan pasir yang luas dan ombak yang relatif tenang untuk bermain anak-anak. Pantai ini berada di kawasan Balikpapan Timur dan menjadi tujuan wisata populer keluarga.

Aktivitas favorit anak-anak di sini:

  • Bermain pasir

  • Membuat istana pasir

  • Berlari di tepi pantai

  • Mengumpulkan kerang

  • Menikmati kelapa muda

  • Sebagai ibu, saya senang karena anak-anak bisa bermain bebas sambil menikmati udara laut yang segar.

    Hari Ketiga: Belajar Alam di Kebun Raya Balikpapan

    Liburan bukan hanya soal bermain. Saya juga ingin anak-anak

    belajar mengenal alam.

    Salah satu tempat yang sangat cocok adalah Kebun Raya Balikpapan. Tempat ini menjadi ruang hijau yang luas dan cocok untuk edukasi tentang flora khas Kalimantan.

    Di sini anak-anak belajar:

    • Mengenal tanaman endemik Kalimantan

    • Mengenal hutan hujan tropis

    • Mengamati serangga dan burung

    • Belajar menjaga lingkungan

    Kami membawa tikar dan menikmati piknik sederhana di tengah suasana hijau yang menenangkan.

    Hari Keempat: Melihat Ribuan Buaya di Penangkaran Buaya di Teritip

    Inilah destinasi yang paling ditunggu anak-anak.

    Kami mengunjungi Penangkaran Buaya Teritip yang menjadi salah satu objek wisata unik di Balikpapan.

    Tempat ini memiliki ribuan buaya dari berbagai jenis dan telah menjadi destinasi wisata edukasi selama bertahun-tahun. Pengunjung dapat melihat buaya dari dekat, memberi makan buaya, hingga berfoto dengan buaya yang sudah jinak.

    Anak-anak sangat antusias ketika melihat ukuran buaya yang begitu besar.

    Selain seru, tempat ini juga mengajarkarkan ntuk mengenal satwa liar dan pentingnya konservasi.

    Hari Kelima: Menikmati Sunset di Pantai Kemala

    Tidak lengkap rasanya jika ke Balikpapan tanpa menikmati matahari terbenam.

    Kami menghabiskan sore di Pantai Kemala yang terkenal dengan suasana santainya.

    Anak-anak bermain pasir sementara saya menikmati semilir angin laut sambil memotret langit yang perlahan berubah warna menjadi jingga.

    Momen sederhana seperti ini sering kali menjadi kenangan yang paling membekas.

    Rekomendasi Wisata Anak di Balikpapan

    Jika Anda berencana mengajak anak liburan ke Balikpapan, berikut beberapa tempat yang layak masuk daftar kunjungan rekomendasi wisata Kota Balikpapan

    1. Pantai Manggar Segarasari

    Cocok untuk bermain pasir dan menikmati suasana pantai bersama keluarga.

    2. Kebun Raya Balikpapan

    Wisata edukasi alam yang menyenangkan untuk anak-anak.

    3. Penangkaran Buaya Teritip

    Tempat belajar mengenal satwa unik Kalimantan.

    4. Pantai Kemala

    Pantai yang nyaman untuk menikmati sunset bersama keluarga.

    5. Waduk Manggar

    Tempat yang cocok untuk mengenalkan anak pada sumber daya air dan lingkungan sekitar.

    Tips Liburan Bersama Anak di Balikpapan

    • Berangkat pagi agar anak tidak kelelahan.

    • Gunakan topi dan sunscreen.

    • Bawa pakaian ganti lebih.

    • Selalu sediakan air minum.

    • Pilih destinasi yang ramah anak.

    • Sisipkan waktu istirahat yang cukup.

    • Jangan terlalu memaksakan jadwal wisata.

    • Penutup

      Liburan ke rumah nenek di Balikpapan ternyata memberikan lebih dari sekadar perjalanan wisata. Anak-anak mendapatkan pengalaman berharga, mengenal alam, belajar tentang satwa, menikmati pantai, serta menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga besar.

      Sebagai seorang ibu, saya percaya bahwa perjalanan terbaik bukanlah perjalanan yang paling mahal, melainkan perjalanan yang mampu menghadirkan kebahagiaan, tawa, dan kenangan indah yang akan selalu dikenang anak-anak hingga mereka dewasa nanti.

      Dan bagi keluarga yang sedang merencanakan liburan sekolah, 

      Balikpapan adalah salah satu destinasi yang layak dipertimbangkan untuk menghadirkan petualangan seru sekaligus edukatif bagi buah hati.