8 Barang Nostalgia 90-an/2000-an yang Lagi Diburu Ulang Anak Muda Sekarang


Fenomena "balik ke masa lalu" sedang naik daun di kalangan Gen Z, meski sebagian dari mereka bahkan belum lahir saat barang-barang ini populer pertama kali. Sebuah survei GWI Zeitgeist tahun 2023 mencatat bahwa 56% Gen Z mengaku merasakan nostalgia terhadap era 2000-an, sementara 37% lainnya rindu suasana era 90-an. Ditambah lagi, riset "Digital Nostalgia in Generation Z" (2025) menemukan 63,38% responden pertama kali mengenal tren nostalgia lewat media sosial, dan 77,47% mengaku menyukai estetika Y2K dan Dreamcore. Berikut delapan barang jadul yang kini kembali diburu.

1. Kamera Digital Jadul (Digicam)

Kamera digital point-and-shoot ala awal 2000-an kembali digandrungi lewat tagar #digicam yang meraup jutaan tampilan di TikTok dan Instagram. Menurut laporan pasar kamera digital 2026, Canon memimpin pangsa pasar global dengan lebih dari 28% pada 2025, sementara Kodak dan Fujifilm ikut menikmati kebangkitan segmen kamera compact berkat permintaan dari Gen Z yang ingin punya perangkat khusus foto, terpisah dari kamera ponsel.

2. Kamera Instan Polaroid dan Instax

Foto instan fisik jadi cara Gen Z menyimpan kenangan di tengah dunia serba digital. Permintaan global begitu tinggi hingga Fujifilm mengumumkan investasi sekitar 5 miliar yen untuk pabrik baru di Kanagawa, Jepang, guna menambah kapasitas produksi film instan Instax "Checky" sebesar 10% mulai musim gugur 2026. Pasar Polaroid global sendiri diproyeksikan tumbuh dari sekitar USD 2 miliar pada 2025 menuju lebih dari USD 3 miliar dalam dekade mendatang.

3. Fashion Y2K: Baggy Jeans hingga Butterfly Clips

Celana jeans longgar, crop top halter, jepit rambut kupu-kupu, dan aksesori metalik kembali memenuhi etalase toko dan lini masa media sosial. Brand-brand yang sempat "hilang" seperti Juicy Couture, Baby Phat, dan Von Dutch kini melakukan comeback strategis, dan tak sedikit yang menggandeng jasa SEO agar konten serta produk lawas mereka kembali mudah ditemukan oleh generasi baru di mesin pencari. Tren ini bahkan disebut sebagai reaksi terhadap estetika minimalis 2010-an yang dianggap terlalu kaku, digantikan gaya yang lebih maksimalis dan penuh warna.

4. Piringan Hitam (Vinyl) dan Pemutar Kaset

Musik fisik kembali dicari, bukan karena kualitasnya lebih baik dari streaming, tapi karena pengalaman "memegang" musik terasa lebih personal. Toko-toko rekaman independen dan lapak vinyl bekas ramai dikunjungi anak muda yang justru tumbuh besar di era Spotify, menjadikan piringan hitam sebagai barang koleksi sekaligus pernyataan gaya hidup.

5. Ponsel Jadul (Nokia dan Flip Phone)

Di tengah kelelahan terhadap notifikasi tanpa henti, sebagian anak muda beralih sementara ke ponsel jadul seperti Nokia 3310 atau flip phone lawas sebagai bentuk "digital detox". Tren ini juga muncul di adegan film Y2K viral di TikTok, di mana ponsel model lipat dianggap lebih estetik dibanding smartphone modern.

6. Mainan Elektronik seperti Tamagotchi

Bandai menghidupkan kembali Tamagotchi dalam versi baru bernama Tamagotchi Uni yang tetap mempertahankan konsep asli: memelihara makhluk digital lewat layar kecil. Produk ini laris di kalangan generasi yang dulu memainkannya sebagai anak-anak, sekaligus menarik minat Gen Z yang penasaran dengan mainan "primitif" dibanding gadget masa kini.

7. Pemutar CD dan Walkman Portabel

Selain vinyl, pemutar CD portabel dan Walkman juga kembali dilirik sebagai aksesori gaya hidup, terutama oleh mereka yang aktif di media sosial dan ingin tampil beda dari mayoritas pengguna earphone nirkabel. Barang ini banyak diburu di platform jual-beli barang bekas maupun marketplace vintage, bahkan tak sedikit reseller yang mulai mempelajari cara import barang dari China untuk mendapatkan stok replika CD player dan Walkman dengan harga lebih terjangkau.

8. Sneakers Retro

Model sepatu klasik seperti Adidas Samba dan siluet chunky ala 2000-an kembali menjadi incaran, sejalan dengan kebangkitan gaya Y2K secara keseluruhan. Kolaborasi edisi terbatas dengan brand fashion dan hiburan turut mendorong urgensi pembelian, dengan pertumbuhan peluncuran produk bertema retro yang dilaporkan naik signifikan sepanjang 2025.

Kenapa Tren Ini Bisa Bertahan?

Menurut RRI.co.id, nostalgia menjadi pelarian yang menenangkan di tengah tekanan hidup modern yang penuh teknologi dan tantangan sosial. Kenangan masa lalu yang terasa sederhana membuat barang-barang retro, acara lama, dan permainan klasik kembali digemari lintas generasi, bukan cuma oleh mereka yang benar-benar mengalaminya, tapi juga oleh Gen Z yang mengenalnya lewat layar media sosial.

Bagi brand maupun penjual online, delapan barang di atas bisa jadi peluang niche yang menjanjikan, terutama jika dikemas dengan storytelling nostalgia yang otentik, bukan sekadar menjual barang lama, tapi menjual kembali perasaan yang pernah ada

Tidak ada komentar